Sunday, 7 July 2013

Agar Brosur Anda Tidak jadi Bungkus Kacang : Sebuah Kesalahan Para marketer / Pebisnis

Untuk cara order dan pricelist, silahkan klik disini  
Produk-produk desain kami (klik di nama produk): Logo | Brosur | Company Profile | Cover buku | Stationary | Kemasan Produk | Tshirt | Banner | Poster | Kalender dinding | Map | Layanan Premium  
___________________________________________________________________________


Penulis : Admin 

Desain brosur salah satu produk PT. Kalbe Farma, Tbk.
Sebuah brosur harus bisa mengkomunikasikan pesan
dengan baik
 Brosur adalah marketing tools yang paling umum kita kenal. Brosur ini bisa berfungsi banyak, mulai dari memperkenalkan produk/jasa, menyampaikan sebuah event sampai dengan sekedar untuk meningkatkan awareness sebuah produk. Beragam bentuk dan desain brosur bisa kita saksikan setiap hari. Mulai dari yang ukuran standarnya A4, A3, lipat 2, lipat 3, lipat 4, dan masih banyak lagi.

Kesalahan sebagian marketer/pebisnis untuk masalah brosur ini adalah bahwa mereka menganggap sebuah brosur itu “elegan” ketika mereka menggunakan material yang mereka anggap eksklusif tetapi mengabaikan masalah desainnya. Padahal justru yang bisa meningkatkan persepsi positif bagi konsumen adalah desainnya. Beberapa material yang biasa digunakan untuk menambah eksklusif misalnya penggunakan art paper/art carton, fancy paper, finishing vernish, laminasi glossy sampai dengan laminasi dove.

Kita tak menganggap bahwa material berkualitas tinggi itu tidak perlu. Namun jika kita membuat prioritas, maka desain yang berkualitas tinggi lebih diperlukan daripada penggunaan material yang berkualitas bagus. Jika bisa keduanya secara bersamaan tentu jauh lebih baik lagi. Dan semua ini akan lebih terasa ketika anda berhadapan dengan market yang sangat peduli dengan tampilan.

Desain brosur STIE Trisakti (Trisakti School of
Management). 
Desain brosur harus bisa menarik
calon kosumen
Jika anda akan mencetak brosur sebanyak 10.000 eksemplar misalnya, lebih baik anda menghemat sedikit di penggunaan material, tetapi berinvestasi untuk meng-hire rumah desain profesional agar desain yang dihasilkannya lebih bagus. Sebab ketika desainnya bagus, ia bisa “mengangkat” image dari brosur tersebut walau material yang digunakan tidak terlalu “high-class”. Bahkan pada sisi lain, kadang desainer bisa membuat “keterbatasan material” tersebut justru menjadi titik balik positif/kreatif bagi image produk/jasa tersebut.






No comments:

Post a Comment