Monday, 10 June 2013

Berapa Sebaiknya Jarak Baca Sebuah Spanduk (6 Tips Agar Spanduk Lebih Efektif)

Untuk cara order dan pricelist, silahkan klik disini  

Produk-produk desain kami (klik di nama produk): Logo | Brosur | Company Profile | Cover buku | Stationary | Kemasan Produk | Tshirt | Banner | Poster | Kalender dinding | Map.    

Baca juga : Tentang Kami | Keunggulan Kami | Testimoni & Klien Kami | Kontak Kami | Tips-tips, Artikel, & Konsultasi Desain | Cara Order dan Pricelist | On Progress Project 
_____________________________________________________________________________



penulis : admin

Tadi saat lewat jalan Soeprapto Senen, tergelitik hati saya melihat sebuah "spanduk yang tidak jelas". Entah karena saya nggak pakai kacamata, atau memang spanduknya yang tidak jelas. Warna backgroundnya coklat tua, suram, ada gambar 3 orang mengepalkan tangan. "kerning" pada tipografinya terlalu kecil, tipe font kurus tapi di bold. Saya "gagal" membaca tulisan dan menangkap pesannya.

Sebenarnya untuk horisontal banner / spanduk, berapakah jarak baca idealnya? Hmm... saya belum menemukan referensi yang pas untuk ini. Tetapi coba mari kita gunakan hitung-hitungan berdasarkan ilmu fisika sedikit (jangan alergi ya hehehe):

jika kecepatan (v) adalah hasil bagi jarak (s) terhadap waktu (t) dan persamaannya v=s/t
Kita ambil sampel, jarak 100m, kecepatan mobil di jalan 50 km / jam, maka berapa waktu tempuh selama 100 m tsb?

t= s/v
t= 0,1 (km)/50(km/jam)
t=0,002 jam
t = 7,2 detik

Semoga nggak pusing dengan hitungan di atas ya? hehehe... ternyata desainer juga harus lulus Fisika Dasar... Intinya, audience hanya punya waktu 7,2 detik untuk membaca semua pesan, jika ia berjalan dengan kecepatan 50km/jam sejak jarak 100m...

Nah, sangat merekomendasikan, sebuah spanduk sudah mulai terbaca "pesan utamanya" sejak jarak 100m dan semakin jelas saat audience sudah berjarak 50 m. Pesan utama itu tak harus tulisannya, tetapi jika tulisannya sudah terbaca lebih bagus. Yang perlu kita ingat juga adalah bahwa audience tidak bisa konsentrasi full dalam membaca karena harus konsentrasi mengendarai mobil/motor, jadi waktu bacanya akan semakin berkurang.

Jika kita membuat billboard di jalan tol apa lagi. Mungkin ada baiknya pesan utama atau pesan pemancingnya sudah terbaca/tergambar sejak jarak 1 km. Yang jika kecepatannya 100km/jam, ia punya waktu baca sekitar 36 detik. Tentunya ini juga tidak penuh, karena ia harus juga konsentrasi menyetir.

Semua rumus ini tidak berlaku ketika macet (sebab pasti kesempatan baca lebih besar). Namun ada baiknya ini dijadikan acuan untuk membuat desain spanduk/billboard yang efektif. Beberapa tips agar spanduk/billboard kita efektif adalah :

1. Usahakan membuat judul/heading kalimat yang membuat penasaran/kalimat yang merupakan pesan utamanya.

2. Gunakan gambar/ilustrasi yang menarik perhatian dan kalau bisa juga sudah menggambarkan pesan yang ingin disampaikan.

3. Gunakan warna dominan yang menggambarkan isi pesan utama, sehingga dari jauh pun orang sudah mulai menangkap pesan utamanya.

4. Spanduk, billboard itu bukan brosur. Dari hitung-hitungan di atas lihat berapa detik kesempatan buat audience kita membaca, jadi sampaikanlah hanya poin-poin pentingnya saja. Selebihnya, arahkan ke media lain untuk melihat detilnya. 

5. Gunakan ukuran font yang cukup besar, sehingga pada jarak tertentu, misal 100m atau max 50m sudah harus terbaca. Perhatikan juga masalah jenis font, jarak antar karakter, jarak antar spasi, dll.

6. Untuk media "mahal" seperti billboard, ada baiknya survey lokasi. jangan sampai sudah dibuatkan desainnya, ada penghalang tertentu. Misal, pas bagian no telp/email, tertutup rimbunan daun/billboard lain.


No comments:

Post a Comment