Selasa, 11 Juni 2013

Filosofi Warna Biru

Untuk cara order dan pricelist, silahkan klik disini  

Produk-produk desain kami (klik di nama produk): Logo | Brosur | Company Profile | Cover buku | Stationary | Kemasan Produk | Tshirt | Banner | Poster | Kalender dinding | Map.    

Baca juga : Tentang Kami | Keunggulan Kami | Testimoni & Klien Kami | Kontak Kami | Tips-tips, Artikel, & Konsultasi Desain | Cara Order dan Pricelist | On Progress Project 
_____________________________________________________________________________

Penulis : Admin 

Warna dalam banyak literatur memainkan sekitar 70% persepsi dari sisi visual. Oleh karena itu memahami tentang warna adalah penting agar pesan yang ingin disampaikan dalam marketing tools atau desain identitas kita bisa tercapai dengan baik.

Warna biru identik dengan laut dan langit dan karenanya biru melambangkan keluasan. Kita bisa menggunakan warna biru pada logo untuk memperlihatkan keluasan visi perusahaan kita, visi besar jangka panjang, sesuatu yang "beyond".

Biru juga melambangkan kedamaian dan harmoni. Kita bisa menggunakannya untuk produk-produk seperti perlengkapan tidur, fashion sampai dengan biro jasa pariwisata.
Biru juga melambangkan kesetiaan dan kerja sama. Kita lebih direkomendasikan menghadiri sebuah interview menggunakan kemeja berwarna biru daripada kemeja berwarna merah, apalagi kuning. Biru disini melambangkan bahwa kita siap loyal dan bisa bekerja sama dalam tim.

Warna biru gelap sendiri bisa melambangkan kepercayaan, relasi sebuah hubungan. Sebagian perusahaan konsultan mengandung unsur warna ini dalam logo atau corporate colornya. Biru disisi ini ingin menunjukkan bahwa kita bisa dipercaya dan bisa menjaga kepercayaan yang akan diberikan tersebut seterusnya.


Selain biru bisa diidentikkan dengan produk minuman, namun minuman sendiri yang berwarna biru adalah minuman yang cenderung tidak natural, tidak banyak terdapat di alam/tidak alami. Demikian juga makanan berwarna biru terkesan tidak alami. Warna biru pada produk berbasis air hanya digunakan pada komunikasi melalui kemasan atau marketing toolsnya, bukan pada konten utama produk minuman itu sendiri. Walau kini sudah ada beberapa produk minuman berwarna biru. Tetapi bisa dipastikan penjualannya tidak akan sebaik produk minuman berwarna lain seperti oranye, merah atau hijau.

Sebaiknya anda juga tidak mendekor rumah makan anda dengan dominasi warna biru, karena warna ini cenderung menghilangkan nafsu makan. Kecuali memang anda menghendaki sensasi lain dan sudah bersiap dengan budget edukasinya.


Warna Biru identik dengan teknologi
Biru juga diidentikkan dengan teknologi. Makanya lihatlah banyak produk teknologi memiliki kemasan berwarna biru atau memiliki dominasi warna biru. Beberapa perusahaan berbasis teknologi juga menggunakan warna biru sebagai corporate color-nya. Bagi anda yang pernah kuliah di Universitas Indonesia, mungkin anda bisa memahami beberapa fakultas yang panji-panjinya mengandung warna biru, berarti ada unsur teknologi di dalamnya.


Pada sisi negatif, biru melambangkan suasana depresi, tertekan atau bahasa gaulnya sekarang : galau. Biru melambangkan sisi melankolis, sifat perasa, mellow, dan kesedihan.
 
Bagaimana kita menggunakan warna biru dalam komunikasi adalah tergantung jenis produk/jasa/perusahaan/institusi kita sendiri. Sebab pada kondisi yang berbeda penggunaan warna ini bisa menimbulkan persepsi yang berbeda. Ketidaktepatan menggunakan warna akan menimbulkan kesalahan persepsi dan itu akan merugikan sisi marketing produk/jasa/perusahaan kita.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar