Selasa, 11 Juni 2013

Kisah Andi dan Lastri

Untuk cara order dan pricelist, silahkan klik disini  

Produk-produk desain kami (klik di nama produk): Logo | Brosur | Company Profile | Cover buku | Stationary | Kemasan Produk | Tshirt | Banner | Poster | Kalender dinding | Map.    

Baca juga : Tentang Kami | Keunggulan Kami | Testimoni & Klien Kami | Kontak Kami | Tips-tips, Artikel, & Konsultasi Desain | Cara Order dan Pricelist | On Progress Project 
_____________________________________________________________________________



Di sebuah taman di sudut kota. Sore itu hujan rintik-rintik tak hentinya membasahi bumi. Seorang perempuan menangis kecil di atas kursi taman. Sementara seorang lelaki berlari-lari kecil ke arahnya. Sepatunya basah dan kotor menginjak beberapa rumput dan tanah yang basah oleh hujan. Dengan tergopoh-gopoh dia mendekati si perempuan dan berusaha memegang bahunya.

Andi : “Lastri, disini rupanya engkau, aku sudah mencarimu kemana-mana” (nafasnya masih terengah-engah)

Lastri menepis pegangan tangan Andi…

Andi : “Lastri, ada apakah gerangan? Apakah salahku padamu?”
Lastri : “Mas! Mas masih bertanya apa salah mas? Lihat semuanya mas, lihat! Tidakkah semua kejadian akhir-akhir ini memberi tanda padamu?”

Andi : “Tanda apa Lastri? Aku sungguh tak mengerti…”
Lastri : “Lihat perusahaan kita mas… Tidakkah mas melihat? Perusahaan kita limbung mas, menukik turun dan sebentar lagi ia akan hancur, pelan tapi pasti!”

Andi : “Ah, masih itu saja yang kau bicarakan… Bukankah sudah kuceritakan soal prinsip, soal keyakinan… (belum selesai Andi bicara, Lastri memotong)
Lastri : “Prinsip apa? Keyakinan apa? Bahwa suatu saat perusahaan ini akan bangkit lagi? Bahwa suatu saat semua akan kembali lagi? Keyakinan dari mana?”

Andi : “Aku kan sudah…” (pembicaraan Andi terpotong lagi)
Lastri : “ Sudah apa mas? Bekerja lebih keras? Menghubungi orang lebih banyak? Mas terlalu ber-euphoria dengan masa lalu! Masa lalu yang tidak sama dengan sekarang. Lihat mas, perusahaan kita akan hancur… Mau kau kasih makan aku ini?

Andi agak emosi, mukanya memerah…
Andi : “Jadi, kau hanya memikirkan nasibmu? Jadi selama ini kau tidak benar-benar mencintaiku?”
Lastri : “Mas.., tidakkah kau mendengar? Pernahkah kau mendengar istrimu? Aku yakin kau paham benar bukan itu maksudku. Setelah 5 tahun kita bersama, masih kurang kah pengorbananku padamu? Ingatlah hal yang berkali-kali aku sampaikan padamu, entah kau mendengar atau tidak…
(backsound lagu melankoli)

Andi : “yang mana?” (Andi sebenarnya sudah tahu arah pembicaraan istrinya, tetapi ego-nya masih bermain disini)
Lastri : “Bukan-kah aku sering menyampaikan padamu, bahwa caramu menjalankan perusahaan harus kau ubah. Tahun ini bukan seperti 5 tahun lalu. Pesaing-pesaing kita sudah melakukan langkah-langkah maju yang membuat kita tertinggal. Sementara kau masih saja mengagungkan bagaimana kau mencapai semua ini. Dunia berubah mas… berubah! Lihat tampilan marketing tools perusahaan kita, company profile, brosur, flyer, website sampai logo kita. Menyedihkan mas! Semua menyedihkan! Bagaimana kita memenangkan persaingan dengan cara seperti ini?”

Andi : “Bukankah sudah kukatakan. Menyewa design agency professional tak sesederhana yang kau kira. Mengubah semua itu membutuhkan puluhan, bahkan mungkin ratusan juta.”
Lastri : “ Sayangnya mas tidak pernah mendengarkan aku… Aku sudah menghabiskan waktuku berhari-hari, Tanya sana-sini, browsing-browsing, posting di berbagai milis, FB, dst… aku sudah menemukan solusinya mas: www.desainonlinessi.com . Disitu semua harganya masih kita bisa jangkau. Demi perbaikan perusahaan kita, kehidupan kita, anak kita yang sedang kukandung ini…”

Andi : “ A… A… Anak? Kau sedang mengandung? Setelah 5 tahun ini…?” (Andi sungguh-sungguh hamper tak percaya)
Lastri : “Iya mas, sebenarnya sudah 3 bulan. Berkali-kali aku coba mengajakmu bicara, tetapi kau terlalu “asyik” dengan penyelematan perusahaanmu yang begitu-begitu saja. Kau pikir bisa menyelamatkan perusahaan dengan cara berpikir yang sama saat kau mendirikan perusahaan ini?  Aku pendam semua mas. Aku berusaha sekuat tenaga membantumu, mencarikan solusi dulu. Hingga aku temukan www.desainonlinessi.com . Dan sudah kusampaikan hal ini berkali-kali, namun kau tak menggubrisku.”

Andi : “i.. i… iya… maafkan aku Lastri. Aku berjanji akan lebih mendengarkanmu…”
Lastri : “Sekarang janji saja tidak cukup mas…”

Andi : “ Apa maksudmu?” (Andi mulai panik)
Lastri : “Ya sekarang aku minta kau bertindak lebih nyata untuk menyelamatkan perusahaan kita, kehidupan kita, anak kita… Sekarang, disini, bukan besok-besok lagi. Karena esok, belum tentu kesempatan itu ada!”

Andi : “Oke… oke… sebagai pembuktian, aku akan hubungi www.desainonlinessi.com sekarang juga… Akan kubuktikan bahwa kini aku mendengarkanmu, dan meluluskan permintaanmu”.
(Andi segera mengeluarkan smartphone-nya, seakan tak takut dan bahkan tak peduli lagi dengan rintik hujan saat itu. Setelah browsing kilat dan mendapat kontaknya, ia pun menelpon…)

Andi : “Halo? Simple Studio Online? Saya mau pesan desain logo, stationary, company profile, brosur, banner, poster… bagaimana caranya?”

(terdengar sayup-sayup suara diujung telepon. Mereka berdialog beberapa menit, setelah dicapai kesepakatan Andi menutup teleponnya)

Andi : “Sudah sayangku, sudah kuhubungi www.desainonlinessi.com , akan kugunakan beberapa dana cadangan tersisa untuk me-rejuvenasi seluruh tampilan visual perusahaan kita. Aku bersungguh-sungguh. Sebentar lagi kita ke ATM dan mentransfer keseluruhan DP-nya. Sambil kita menunggu kiriman client brief dari mereka… Dan mungkin aku harus membahasnya bersama-mu.”
(Lastri tersenyum melihat suaminya tidak main-main, dia berdiri dan memeluk suaminya).
Lastri : “Iya Mas, aku minta maaf jika tadi terlalu keras bicara padamu”…

Andi : “Tidak apa-apa Lastri, aku yang salah. Aku yang tidak pernah mendengarmu. Andai aku mendengarmu sejak dulu, untuk menggunakan jasa www.desainonlinessi.com , mungkin omset kita tak harus turun drastis, mungkin pertengkaran ini tak perlu terjadi, mungkin kau tak perlu menyampaikan kabar gembira kehamilanmu di situasi seperti ini.”
Lastri : “Iya mas, ya sudah sekarang mari kita pulang saja, akan kubuatkan kau minuman hangat di rumah, sambil kita membicarakan brief design dari www.desainonlinessi.com

Mereka saling senyum, Andi reflek membopong dengan kedua tangannya istrinya tercinta tersebut menuju mobil yang di parkir tak jauh dari situ. Dari kejauhan terdengar sayup-sayup, gemericik air sungai di dekat taman yang sejak tadi menyaksikan percakapan mereka.

- Selesai –


Tunggu kisah selanjutnya…



Baca juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar