Wednesday, 17 July 2013

Padukan antara Seni dan Komunikasi

Untuk cara order dan pricelist, silahkan klik disini  
Produk-produk desain kami (klik di nama produk): Logo | Brosur | Company Profile | Cover buku | Stationary | Kemasan Produk | Tshirt | Banner | Poster | Kalender dinding | Map | Layanan Premium  
___________________________________________________________________________

Penulis : Admin 


Penggunaan elemen-elemen visual disini bisa
mempercantik desain, tetapi tetap komunikatif,
tidak mengganggu pembacaan
Ketika membuat sebuah desain, entah itu untuk poster, brosur, company profile, kita sering tergoda oleh hal-hal yang kesan awalnya untuk menambah bagus. Padahal ketika penerapannya kurang pas, mungkin secara "seni" ia bagus, tetapi menjadi tidak komunikatif.

Misalnya, kadang kita tidak suka background yang "terlalu polos" pada poster/brosur kita. Hal ini membuat kita mencari sesuatu untuk mengisinya. Biasanya sebuah pattern/texture atau bisa juga sebuah foto.Texture misalnya, ada yang berwujud texture kertas, texture serat kayu, sampai dengan texture tanah. Ketika kita letakkan texture tersebut desain menjadi lebih "kuat", lebih berisi dan terkesan lebih bisa menonjolkan pesan.

Namun kadang kita kurang teliti, karena ternyata texture tersebut justru membuat text yang di atas menjadi lebih sulit dibaca. Entah karena polanya yang terlalu acak atau karena ruang "terang-gelap"nya terlalu banyak. Hal ini menyulitkan penentuan warna font. Di beri warna terang, tetapi kalau pas backgorundnya terang jadi nggak kelihatan. Di kasih warna gelap, sama juga, nanti pas warna gelap backgroundnya gimana... Biasanya sih diakalinya dengan menggunakan shape/blok warna transparan. Bisa juga dengan memberi outline yang cukup pada text atau bahkan menggunakan font-font yang natural bold/tebal.

Ada juga misalnya, kalau di corel, kita bisa meletakkan gambar di tengah-tengah text. Dimana gambar tersebut "tidak teratur", misalnya gambar orang yang sudah dicrop sesuai lekuk tubuhnya. Hal ini menyebabkan tulisan-tulisan, ikut "menyesuaikan", membentuk dan memberikan ruang untuk gambar tersebut. Tetapi efek buruknya, kita jadi lebih sulit membacanya. Soalnya tulisannya banyak terpotong dan potongan text-nya tidak teratur.

Hal yang paling umum terjadi adalah besar-kecil text. Untuk memberikan kesan eksklusif, kadang ada text pada banner, billboard atau bahkan pada kartu nama yang menggunakan ukuran yang jauh lebih kecil dari text yang lain. Berani memainkan ukuran. Bahkan kadang menggunakan font yang ekstra kurus. Secara visual memang menarik, desain tersebut menjadi eksklusif dan sangat terkesan "kelas atas". Tetapi ternyata hal tersebut membuat "lemah" dari sisi komunikasinya. Orang jadi sulit membacanya.

Dalam membuat desain, bagus secara visual itu perlu, untuk memberi keunikan dan menarik atensi orang lain. Tetapi memperhatikan masalah komunikasi jauh lebih perlu lagi. Jangan sampai marketing tools kita jadi "barang seni" yang hanya bagus sebagai pajangan, bukan sebagai penyampai pesan. Padahal kita semua tahu, marketing tools tadi digunakan untuk menyampaikan pesan, untuk "jualan".

Oleh karena itu kita harus bijak dan proporsional. Seni itu perlu, namun karena ini bisnis, maka desain marketing tools kita harus juga bisa membantu promosi penjualan, menyampaikan pesan-pesan produk/jasa hingga value yang akan kita tawarkan. Pertimbangkanlah keduanya dan jadikan acuan, sehingga konsumen suka dengan tampilan visual marketing tools kita dan mereka paham apa yang ingin kita sampaikan. Ujung-ujungnya, semua harus kembali kepada omset yang ingin kita kejar...

Butuh Desain Company Profile Profesional? 
Klik >> Disini !

Baca juga :



No comments:

Post a Comment