Tuesday, 30 July 2013

Ini Semua Tentang Bagaimana Kita Berkomunikasi

Untuk cara order dan pricelist, silahkan klik disini  
Produk-produk desain kami (klik di nama produk): Logo | Brosur | Company Profile | Cover buku | Stationary | Kemasan Produk | Tshirt | Banner | Poster | Kalender dinding | Map | Layanan Premium  
___________________________________________________________________________
Penulis : Admin

Poster AHM . Produk/layanan anda harus
dikomunikasikan dengan cara yang tepat
Pernahkah pasangan kita (istri/suami) melakukan kesalahan? Misalnya salah dalam berkata-kata yang membuat kita tersinggung. Namun situasi dan kondisi saat itu kurang memungkinkan kita "meluruskan". Sebab kalau dilakukan "pelurusan" saat itu, yang terjadi justru efek kontraproduktif, bisa jadi si istri/suami malah melebarkan masalah ke sisi lain yang justru menghilangkan pesan yang pertama yang ingin kita sampaikan.

Pernahkah kita mengirim email panjang ke orang lain. Berharap ia mengerti semua yag ingin kita sampaikan, tetapi ternyata yang dia tangkap cuma "bagian akhirnya saja"?

Pernahkah anda mengirim beberapa perintah dalam satu SMS ke karyawan/ bawahan kita, tetapi yang mereka tangkap cuma 1-2 poin saja. Yang lainnya merek tidak "ngeh" kalau itu perintah juga yang harus dilaksanakan...

Pernahkah kita mengalami salah paham. Maksudnya membantu, tetapi orang lain malah tersinggung dan terkesan kita meremehkan mereka?

Ya, dalam kehidupan ini, sebagian masalah terletak pada masalah komunikasi. Sebab dalam komunikasi ada banyak hal yang bermain, mulai dari komunikator itu sendiri (penyampai pesan), inti pesannya, medium yang digunakan untuk penyampaian pesan, komunikan (penerima pesan), hingga noise atau hal-hal yang bisa mengganggu penyampaian pesan.

Di era crowded informasi seperti sekarang ini, semuanya jadi makin rumit. Orang sudah bermain di level persepsi. Benar-salah kadang sudah tidak diukur berdasarkan nilai-nilai obyektif tertentu, tetapi sudah berdasarkan persepsi dan opini publik. Dan celakanya, opini tersebut bisa dibentuk dan sering kali keluar dari esensi serta substansinya.

Desain grafis, desain komunikasi visual, sebenarnya seharusnya juga dilihat sebagai cara kita berkomunikasi. Lebih tepatnya, bagaimana cara kita mengkomunikasikan pesan tentang produk/jasa kita secara visual.Oleh karena itu, kita harus sangat hati-hati "berbicara secara visual" ini supaya konsumen bisa berpikir sama seperti yang kita inginkan, bukan memiliki persepsi baru yang tidak bisa kita kendalikan.

Dalam komunikasi visual ini misalnya. Anda harus sangat hati-hati memilih warna yang tepat, yang bisa mewakili produk/jasa anda, bisa mewakili persepsi yang anda inginkan, apakah kelas atas, kelas menengah, kelas bawah, untuk anak muda, orang tua, mature, dll. Tidak cuma warna, pilihan jenis font, bentuk, karakter lay out, sampai dengan pilihan ilustrasi semua menentukan hasil akhir sebuah komunikasi.

Anda harus peduli! Sebab ini adalah masa depan produk/jasa anda. "Mesin uang" yang akan berkontribusi bagi kemajuan bisnis anda ke depan. Ya tentu itu kalau anda beranggapan bahwa bisnis ini adalah bisnis masa depan. Dimana anda menggantungkan harapan besar atasnya.

Logo misalnya, adalah salah satu item yang sangat filosofis, apalagi jika bentuknya semakin simple, tentu harus benar-benar dipikirkan keterwakilan semua hal-hal besar pada simbol yang sangat ringkas tersebut. Jika kita jualan produk, maka kemasan produk adalah hal yang harus jadi perhatian. Jangan sampai produk anda tak juga dipilih orang hanya karena desain kemasannya tak menarik perhatian calon konsumen, irrelevant, atau istilah gaulnya ; Nggak gw banget dah!

Kemasan yang hebat bisa menimbulkan impuls buying, pembelian yang tidak direncanakan. Sebenarnya waktu ke minimarket, konsumen tersebut tak ada rencana beli produk anda. Tapi pas lihat kemasannya menarik, ia  jadi ingin mencoba... Kalau sudah begini, sukseslah si kemasan tersebut. Selanjutnya adalah tugas produk anda sendiri, bisa-kah merangsang konsumen untuk membeli lagi? (Walau dalam banyak kasus, kemasan juga sangat membantu repeat order).

Masalah berikutnya adalah, apakah saya akan merancang semua strategi komunikasi visual tadi atau menghire pihak lain. Ya itu tentu terserah anda. Semua pilihan available, tergantung prioritas bisnis dan tentunya budget anda.

Nah jika anda memutuskan outsource keluar, mungkin kita akan bingung lagi, karena pilihan kali ini demikian banyak. Kita browsing saja di Google dengna keyword "desain kemasan", "desain logo","desain company profile" dll akan muncul ribuan halaman pilihan. Adalah baik anda meneliti dulu beberapa target design house yang akan anda pilih. Lihat dan pelajari cara kerjanya, portfolio-nya, jam terbangnya, harganya dan mungkin bisa jadi, dimana kantornya, dll.

Kalau perlu lihat bagaimana testimoni orang-orang yang pernah dilayani. Akan lebih baik jika pemberi testimoni itu ada yang anda kenal. Jadi pas anda cari tahu, bisa dapat jawaban yang "lebih jujur".

Cara yang juga biasa digunakan ketika pilihan itu "demikian crowded" adalah meminta rekomendasi, bisa dari teman atau relasi, atau mitra dalam satu komunitas yang kita tak ragu dengan kredibilitas mereka. Memang sih, di zaman pilihan terlalu banyak ini, biasanya rekomendasi malah jadi pilihan utama. Tapi tak menutup pilihan anda melakukan ekplorasi sendiri.

Ada pilihan lain, kalau anda mau mencari design house yang tepat, yaitu "menge-test" mereka. Saya pribadi tak merekomendasikan melakukan semacam pitching atau tender, sebab itu sebenarnya tak manusiawi, walau hal ini banyak dipraktekkan. Masih banyak sih alasan lain kenapa pitching/tender kurang baik. Kapan-kapan kita bahas dalam tema "specwork".

Menge-test ini maksudnya bisa seperti ini... Misalnya anda mau fotokopi hingga 1000 eksemplar. Ada baiknya anda bilang ke tukang fotokopinya dulu, fotokopi 2 kali misalnya. Setelah dilihat hasilnya bagus, baru anda bilang, fotokopi 1000 lembar... Kalau setelah fotokopi 2 lembar hasilnya kurang baik, toh kita hanya keluar uang sedikit. Dan kita bisa cari "vendor" lain untuk eksekusi yang 1000 eksemplar.

Bisa juga analogi itu anda berlakukan ke desainer. Cari harga item desain yang paling murah yang mereka tawarkan. Order-lah item tersebut (tentu juga yang sesuai kebutuhan anda). Dari order pertama itu anda bisa menilai, bagaimana kualitas desainnya, sense of art-nya sampai layanannya. Jika cocok dan berjodoh, anda bisa mempercayakan item desain yang lebih mahal seperti (biasanya) kemasan produk atau logo.

Pada bagian akhir, ada sedikit yang perlu kita tegaskan, bahwa bagi para pengusaha yang bisnisnya sudah mengarah kepada maturity, sudah bukan saatnya lagi mengabaikan masalah komunikasi visual ini. Mereka harus berpikir sustainability, bagaimana bisnis mereka, produk/jasa mereka dipersepsikan jangka panjang oleh konsumen. Jadi sudah bukan fasenya lagi berpikir sekedar mengejar profit jangka pendek.

Butuh jasa pembuatan / cetak company profile? klik >> jasa pembuatan company profile


No comments:

Post a Comment